Ads 468x60px

LDK-JS UNPAR

"Bersama Kita Bisa"

Social Icons

Tampilkan postingan dengan label Tulisan Sahabat LDK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Sahabat LDK. Tampilkan semua postingan

Virus Merah Jambu

      Seberapa berbahayakah virus ini menyerangku? Apa saja yang ku rasakan saat aku dinyatakan positif mengidapnya? Apa penyebabnya aku bisa terserang virus itu? Bagaimana caraku mengobatinya?
Kiranya bukan pertanyaan seperti itu yang pantas ditanyakan kepada dokter umum, atau spesialis. Psikiater tuh yang cocok…
Teman-teman, itu rupanya bukan virus yang akan langsung menyerang tubuh kita. Yang akan menyebabkan kita sakit fisik. Namun ini lebih parah lagi, lebih tepatnya saya akan mengatakan itulah satu-satunya virus yang mudah menyerang semua insan. Kenapa? Karena merupakan sebuah fitrah dari Allah yang diberikan kepada kita manusia. Fitrah apa? PERASAAN…

Ikhwan Ideal


            Hariku tetap menjadi hari yang berarti. Kadang ku habiskan cuman ngajakin jasadiah dan ruhiyah nyantai, dengarin musik, maen game, nonton sinetron, tidur-tiduran, nyemil, dan banyak lainnya. “Berarti kan…” artinya sudah pasti sedang malas. Masya Allah…
Mahasiswa pintar itu ranahnya: kampus, pendidikan, tinggi-tinggian nilai akademisnya, belajar dengan keras biar nilai ujiannya memuaskan, fokus dengarin ceramah dosen, aktif diskusi di kelas, kerjain tugas dengan sungguh-sungguh dan tepat waktu. Sepertinya masih ada yang lain lagi yang aku kurang tau.
Apa itu semua sudah menjadi karakter seorang mahasiswa yang ideal?
Hem, kayanya belum ya. Kok bisa jawab gitu?
Alasannya : mahasiswa yang pintar akademisnya dan sosialnya, namun belum ideal namanya kalau tidak diimbangi dengan ibadahnya.

Seberapa Penting Sebuah Alasan


             ALASAN, ya kata itu pasti sering kita dengar. Mungkin ketika kita memilih sesuatu seseorang menanyakan “apa sih alasannya milih yang itu”. Pertama kali  masuk sekolah pasti di tanya sama guru “apa alasan kamu milih sekolah yang ini,kenapa ga sekolah yang sana aja, yang sanakan lebih bagus”. Ketika  saya SMA untuk milih jurusan, lagi lagi saya ditanya alasan “apa alasannya mau masuk jurusan yang ini kenapa ga yang itu aja”. Berlanjut ke perguruan tinggi, eh ada lagi yang nanyain alasan “kenapa sih kamu milih perguruan tinggi yang ini, apa sih alasan kamu milih jurusan ini, prodi ini padahal prodi yang sana kan lebih mudah”. Sampai yang terbaru beberapa hari yang lalu, saya di tanya lagi “apa sih alasan kamu pengen masuk organisasi yang ini”. Sebenarnya seberapa penting sebuah alasan untuk menentukan, melakukan, memilih, dan memutuskan sesuatu ?
Setelah saya mendaki gunung lewati lembah mengarungi lautan, menjelajah daratan, tetap tidak menemukan arti kata “alasan”, ternyata setelah saya nanya sama mbah google dengan kata kunci “ definisi alasan menurut bahasa”, yang disana tertulis, alasan yaitu yang menjadi pendorong (untuk berbuat): apa ~ nya sehingga dia berbuat demikian. Berarti ada faktor pendorong seseorang untuk menentukan, melakukan, memilih, dan memutuskan sesuatu. Siapakah yang menjadi faktor tersebut ? Apakah anda ?

Dari Gelap menuju Cahaya; Habis Gelap Terbitlah terang


            Ra. Kartini sebuah nama yang tidak asing lagi. Sosok yang jasanya selalu dikenang. Sosok yang dianggap sebagai tokoh emansiapsi wanita. Sosok yang dianggap pembebas hak-hak wanita dari ketidakadilan. Kita harus menelaah berbagai informasi agar kita mengetahui secara jelas bagaimana dia berkontribusi. Tergerak untuk memaknai sebuah kalimat “Habis gelap terbitlah terang” yang menjadi judul buku berisikan surat-surat Ra. kartini berbahasa belanda –terjemahan armijn pane- yang ditujukan kepada para sahabatnya di eropa. Yuuukk kita berkenalan dengan kartini sedikit.
Ra. Kartini merupakan seorang putri Bupati Jepara yang menganut islam sejak dini. Namun Ra. Kartini baru merasakan cahaya islam ketika bertemu dengan kyai Haji Mohammad Sholeh bin umar atau lebih dikenal dengan nama Kyai Sholeh darat. Saat itu Kyai sedang mengisi pengajian di rumah pamannya –pangeran Ario Hadiningrat- dengan materi tafsir Al-Fatihah. Ra. Kartini begitu terpukau mendengarkan penjelasan ayat demi ayat yang disampaikan oleh sang kyai. Saat itu belum ada terjemahan Alquran seperti saat ini. 

Kartini The Inspiring Women

              Raden Ajeng Kartini yang lahir di Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879 silam, adalah sosok yang mampu memberikan pemahaman tentang betapa pentingnya peran wanita demi kemajuan bangsa. Sehingga sekarang dikenal dengan istilah emansipasi wanita.
Inspirasi yang dibangkitkan R.A. Kartini ibarat api yang membara dalam sekam. Terus menerus berkobar, memancarkan cahaya dan citra diri kaum perempuan Indonesia. Sudah tidak aneh lagi, bila setiap organisasi mempunyai departemen atau seksi khusus yang menampung aspirasi kaum perempuan, sebagai salah satu wahana untuk mengembangkan potensi dan kemandiriannya.
                kesadaran akan hak dan kewajiban perempuan mulai tumbuh subur. Bangkit secara pasti, menuai citra dirinya sebagai “tiang negara”. Kondisi ini dterlihat dengan semakin meningkatnya tingkat pendidikan dan pengetahuannya. Yang digunakan sebagai modal dasar untuk mengembangkan kemandirian yang sesungguhnya. Oleh karena itu, wanita harus memiliki pilihan profesi yang jelas dalam perannyaterhadap pembangunan. Bahkan harus terpanggil untuk meleburkan diri dalam pengabdian bagi saudara sekaumnya yang bernasib kurang beruntung.
Tapi peringatan hari karini sebaiknya tidak hanya dilakukan sebagai ritual tahunan yang diisi dengan kegiatan dan perlombaan tapi bagaimana kita mempelajari, memaknai peringatan hari kartini itu sendiri.